Postingan

Apa Namanya?

Apa namanya jika tembok terbentang tapi aku berusaha terus menerjang? Apa namanya jika senja hampir usai tapi aku berharap akan terus terang? Apa namanya jika mendung tak memberi janji tapi aku berharap akan hujan? Apa namanya jika kau beranjak pergi tapi aku tetap berharap kau berdiri disini dan selamanya tinggal. Ironi memang, Iya ironi Tapi begitulah aku, Aku percaya tembok itu akan rapuh dan runtuh, esok mentari pasti hadir membawa sinar, dan hujan akan datang dengan kejutan, basah semua tanah. Begitulah aku percaya,

Aku Tersesat

Aku coba ikuti jalan pikiramu, tetapi aku tersesat Aku coba terka hatimu, tetapi aku keliru Aku coba selami semua ucapmu, tetapi aku membisu, tak mengerti hingga salah arti Karena aku alami sendiri, aku yang terlalu bodoh atau? Apa kamu memang tak untuk dipahami? Tapi aku cukup berterimakasih untuk perasaan yang membingungkan ini Beri ledakan kecil dalam hati Walaupun... Kita sama tahu akhirnya Tapi kalau kamu mau, ubahlah Aku mau mengulanginya  

Kau Tau Berapa Lama Rasa Ini Bisu?

Kau tau berapa lama rasa ini tersembunyi rapi? Kau tau betapa sesaknya dada ini menyimpan erat rasa? Aku tau begitu semua terucap ada luka yang tercipta Seperti mawar yang menggores tangan lembut sang putri. Aku tau kebodohan ini tak seharunya terlaksana Kekaguman yang terucap dan menjadikan sekarang hampa. Salahkah aku bila rasa ini ada? Tapi waktulah yang menjadikan ada. Waktu yang kita lewati bersama Dan aku coba rangkai sebuah arti Ternyata aku benar benar sendiri. Salahkah aku bila tak dapat pergi? Biar, biar aku yang rasa sendiri Biar aku sembunyi dibalik sunyi. Kau tak perlu apapun Cukup lepas senyum dan k alahkanlah mentari dengan hangat gerakmu . Biar aku mengadu pada malam Yang senantiasa datang, walau enggan mendengar Keluh kesah aku tentang kau. Tapi kau harus tau Rasa itu terlanjur ada Terlalu lama tertanam dan tidak mudah aku uapkan. Tapi kau harus tau juga Aku terus  ber’asa’ Biarkan waktu bicara dan semua te...

Risalah Hujan

Hujan adalah anugerah, tidak semua tempat beruntung mendapat berkah dari langit.  Ketika kita basah kuyup itu adalah kesempatan untuk bersyukur bagi kita yang berpikir. Atau megutukinya bagi orang-orang yang buta hatinya.#bersyukur

CERPEN : Ketika

Banyak orang beranggapan aku dan dirinya hanyalah kesalahan dalam suatu sistem, sebuah titik yang tidak sengaja tergores oleh sang maestro pada sebuah lukisan.  Kini aku benar-benar tak peduli dengan suara-suara sumbang itu, sudah penuh sesak telingaku diisi oleh suara sumbang para artis yang mampir dilayar televisi tiap pagi. Jadi tak sedikit pun kuhiraukan semua omongan miring tetang aku dan dia. Anggap saja aku begitu beruntung mendapatkannya, dan dia begitu sial mau menerimaku, atau anggap saja kepalanya habis terbetur siang itu. 21 oktober, kalau tidak salah itu tanggal dimana keberuntunganku bertemu dengan kesialannya. Aku masih ingat betul ketika aku mengucapkan kata kata yang....... ah.. kata yang hampir tak kupercayai akhirnya meluncur dari mulutku. “Tidak benar aku mencintaimu sejak pandangan pertama, tapi kalau kau percaya pada pepatah jawa ” witing tresno jalaran soko kulino”  begitulah yang aku rasakan padamu. Rindu yang terus mendatangiku tiap mal...

Bayanganmu

Hanya setitik, tapi penuhi ruang imaji Tidak sempurna, tapi cukup untuk dikatakan indah Menghimpit dada dengan rasa Membuntuti hingga ke dunia mimpi Tapi menghilang seiring mentari membuka mata

Genggam

Merebut hatimu memang tak semudah memetik mawar ditaman. Tinggal petik dan bisa dibawa pulang. Mungkin apesnya kau ketahuan mencuri dan lari tunggang langgang dikejar satpam komplek. Tapi bila berhasil lolos, mawar itu sampai dirumah juga. Tapi kau bukan mawar ditaman, bukan pula edelweis yang ada di puncak pegunungan. Kau lebih dari keindahan yang diciptakan Tuhan dalam bentuk bunga-bunga cantik itu. Kau??? Hanya aku dan aku yang mampu mendeskripsikannya. Bantulah aku kalau kau mau menjabarkan siapa kau sebenarnya. Mungkin kau pemanis dari semua karya cipta Tuhan. Membayangkan wajahmu membuat semuanya tampak indah dipandang. Atau kau memang benar-benar bunga???  Bunga tidur ... Kau hanya bisa dijamah di sisi dunia yang lain, tapi tak benar-benar bisa dibawa ke dunia yang nyata.. Semoga tidak.  Semoga kau memang benarbenar kau. Kau yang aku kenal dan terus aku kenal, dan aku genggam.