Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2012

Apa Namanya?

Apa namanya jika tembok terbentang tapi aku berusaha terus menerjang? Apa namanya jika senja hampir usai tapi aku berharap akan terus terang? Apa namanya jika mendung tak memberi janji tapi aku berharap akan hujan? Apa namanya jika kau beranjak pergi tapi aku tetap berharap kau berdiri disini dan selamanya tinggal. Ironi memang, Iya ironi Tapi begitulah aku, Aku percaya tembok itu akan rapuh dan runtuh, esok mentari pasti hadir membawa sinar, dan hujan akan datang dengan kejutan, basah semua tanah. Begitulah aku percaya,

Aku Tersesat

Aku coba ikuti jalan pikiramu, tetapi aku tersesat Aku coba terka hatimu, tetapi aku keliru Aku coba selami semua ucapmu, tetapi aku membisu, tak mengerti hingga salah arti Karena aku alami sendiri, aku yang terlalu bodoh atau? Apa kamu memang tak untuk dipahami? Tapi aku cukup berterimakasih untuk perasaan yang membingungkan ini Beri ledakan kecil dalam hati Walaupun... Kita sama tahu akhirnya Tapi kalau kamu mau, ubahlah Aku mau mengulanginya  

Kau Tau Berapa Lama Rasa Ini Bisu?

Kau tau berapa lama rasa ini tersembunyi rapi? Kau tau betapa sesaknya dada ini menyimpan erat rasa? Aku tau begitu semua terucap ada luka yang tercipta Seperti mawar yang menggores tangan lembut sang putri. Aku tau kebodohan ini tak seharunya terlaksana Kekaguman yang terucap dan menjadikan sekarang hampa. Salahkah aku bila rasa ini ada? Tapi waktulah yang menjadikan ada. Waktu yang kita lewati bersama Dan aku coba rangkai sebuah arti Ternyata aku benar benar sendiri. Salahkah aku bila tak dapat pergi? Biar, biar aku yang rasa sendiri Biar aku sembunyi dibalik sunyi. Kau tak perlu apapun Cukup lepas senyum dan k alahkanlah mentari dengan hangat gerakmu . Biar aku mengadu pada malam Yang senantiasa datang, walau enggan mendengar Keluh kesah aku tentang kau. Tapi kau harus tau Rasa itu terlanjur ada Terlalu lama tertanam dan tidak mudah aku uapkan. Tapi kau harus tau juga Aku terus  ber’asa’ Biarkan waktu bicara dan semua te...

Risalah Hujan

Hujan adalah anugerah, tidak semua tempat beruntung mendapat berkah dari langit.  Ketika kita basah kuyup itu adalah kesempatan untuk bersyukur bagi kita yang berpikir. Atau megutukinya bagi orang-orang yang buta hatinya.#bersyukur