Duduk sendiri di taman Beruntung, angin menjadi teman Beruntung,bulan tak berhenti memandang Aku simpan tiap keping kebersamaan kita Tersusun rapi dalam rongga kepala Hati? Pasti kau tau jawabnya. Kau benar Selalu ada kau disana Duduk dan masih diam sendiri Kan ku ungkap tanya yang terpendam lama Ku tunggu Siapkan "iya" dalam bibirmu Aku duduk dan masih menunggu Di taman... Datang kalo berkenan.
Ini bukan drama kata mu. Ya, ini adalah lelucon kata ku. Lelucon tersatir yang pernah aku dengar. Percakapan kita terhenti disuatu pagi. Bersama tawa mu yang memecah hari. Biar a ku pergi.
Komentar
Posting Komentar